1.121 Mahasiswa Angkatan Pertama STKIP Pamane Talino Sampai Sekarang Belum Diwisuda

By 11 Agu 2016, 20:59:11 WIBPeristiwa

1.121 Mahasiswa Angkatan Pertama STKIP Pamane Talino Sampai Sekarang Belum Diwisuda

Keterangan Gambar : Dengar pendapat diruang sidang DPRD Landak Rabu (10/8)


Intipos.com, Kalbar - Setelah menerima laporan dari beberapa mahasiswa STKIP Pamane Talino, Komisi C DPRD Landak mengundang Ketua pengurus dan dosen STKPI diruang sidang DPRD Landak Rabu (10/8) untuk mendengar pendapat dari dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pamane Talino Ngabang Kabupaten Landak Kalimanntan Barat terkait belum satupun diwisuda angkatan pertama mahasiswa STKIP.

Dalam dengar pendapat tersebut, hadir dewan pendidikan Kabupaten Landak, Yosep Kilim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Aspansius, ketua dan sejumlah anggota DPRD komisi C serta ikut hadir para dosen pembina STKIP

Sementara itu menjawab pertanyaan Komisi C DPRD Landak berapa jumlah mahasiswa STKIP Pamane Talino yang sampai sekarang belum diwisuda, Ketua STKIP Pamane Talino, Heri Husodo mengarahkan pembicaraannya ke pelaksanaan wisuda di STKIP Ngabang dilakukan setahun dua kali yaitu pada periode Juni dan Desember," kata Husodo.

 

Menurut Husodo , mahasiswa yang akan diwisuda harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu  sudah memenuhi tahapan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dan mentalitas. Kemudian, mahasiswa yang akan diwisuda telah lunas biaya administrasi.
Heri mengaku banyak mahasiswa di STKIP Pamane Talino yang belum memenuhi persyaratan tersebut termasuk belum skripsi.

 

Ketua dewan pendidikan Kabupaten Landak, Yosep Kilim mengatakan jujur saja saya katakan bahwa penerimaan mahasiswa STKIP angkatan pertama tanpa memandang anak yang punya kemampuan dan ini bukan kesalahan pada anak didik yang bersangkutan, tapi kesalahan ini ada pada dosen yang bersangkutan.

Kalau 20 sampai 30 mahasiswa dari 1.121 mahasiswa yang tidak mampu menyelesaikan skripsinya, bisa saja kita maklumi kemampuan mahasiswa ini kurang, kalau skripsi mahasiswa itu ada yang salah, janganlah langsung dicoret, berilah catatan. Karena imformasi yang kami terima dari mahasiwa yang mengajukan kripsinya langsung di coret oleh dosen pembimbing tanpa ada solusi.

Yosep kilim juga mempertanyakan akreditasi STKIP pamane talino. Kalau akeditasinya C jangan harap lulusan STKIP Pamane Talino bisa jadi guru pegawai negeri, kan kasihan kita dengan orang tua mereka yang menyekolahan anaknya sampai 10 sampai 12 semester baru selesai.

Seolah olah mahasiswa ini dibiarkan berlama lama sampai 3 semester, ditambah lagi biaya mereka harus daftar ulang. Dalam hal ini Yosep juga meminta yayasan membuka diri. Bayangkan saja, dari 1.121 mahasiswa STKIP belum ada satupun yang menyelesaikan skripsi, tetapi ini bukan kebodohan dari mahasiswa, ini kebodohan dosen pembimbing," kata mantan dewan ini. (Stn)

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir